Menilik Sejarah Masjid di Zaman Rasulullah SAW: Pusat Peradaban dan Kegiatan Umat

| | 0 Comments| 9:13 AM|
Categories:

Tangsel – Pada masa Rasulullah SAW, masjid memiliki peran yang jauh melebihi sekadar tempat menunaikan shalat lima waktu. Ketika Nabi Muhammad SAW mendirikan Masjid Nabawi di Madinah, beliau menjadikannya sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban dan pusat seluruh kegiatan umat Islam.

Di zaman beliau, masjid berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan strategi militer, tempat memusyawarahkan kebijakan publik, hingga ruang diplomasi untuk menerima utusan dari berbagai kabilah dan negara. Tak hanya itu, masjid juga menjadi ruang pendidikan dan ilmu pengetahuan melalui tradisi *halaqah*, pusat pelayanan sosial untuk menyantuni kaum dhuafa melalui baitul mal, serta tempat merawat orang sakit dan menyelesaikan sengketa hukum secara adil.

Peran multifungsi ini membuktikan bahwa masjid pada era kenabian adalah jantung kehidupan bermasyarakat yang inklusif, makmur, dan dinamis. Meneladani sejarah tersebut, penguatan fungsi masjid di masa kini sudah sepatutnya mengembalikan peran strategisnya: tak hanya memakmurkan ritual ibadah, tetapi juga memberdayakan sosial, ekonomi, dan pendidikan umat secara luas.[*]